Aktivis Anti Korupsi Ini Minta Audit Khusus Dana Bos, Di Sekolah Pungli Makin Menjamur  



Senin, 07 Januari 2019 - 15:53:35 WIB



Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBERITA.COM - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sudah digulirkan ternyata belum mampu menghapus Pungutan Liar (pungli) di sekolah.

Ini terbukti berdasarkan hasil investigasnya di sejumlah SMA di Jambi. Meski dana BOS yang diterima hampir Rp1 miliar, tapi pungli makin marak bahkan jadi ajang untuk memperkaya oknum sekolah.

"Sebagai contoh di SMAN 10, dana BOSnya sekitar Rp900 jutaan per tahun, tapi siswa dipungut semacam kas per bulan Rp20 ribu, ngecat kelas, perbaiki bangku dan lain-lain," kata Jamhuri, Aktivis Anti Korupsi dari LSM Sembilan ini.

Ada lagi syarat mengambil rapor semester ganjil uang pramuka Rp180 ribu, membayar uang pentas seni dan lainnya.

Menurutnya, Ini terjadi hampir di semua sekolah. Baik SD, SMP dan SMA.

Ia pun meminta Pemprov Jambi dalam hal Ini plt Gibernur dan instansi terkait untuk melakukan audit dana BOS yang digunakan SMA dan SMK. Mengingat anggaran sudah besar, tapi pungli makin jadi. "Lalu dikemanakan dana BOS ini jika pungli atas nama komite ini semakin menjadi. Berkedok uang kas yang membuat walimurid seakan tak bisa menolak untuk membayarnya," katanya.

Ia melihat indikasi adanya pihak oknum sekolah yang sengaja memperkaya diri lewat modus seperti ini. " Kami mendesak dilakukan audit. Kenapa bos makin besar, pungli makin dan sekolah tidak malu melakukannya," pungkasnya.(sm)



Artikel Rekomendasi